
LELAWA
Sebagai Lelawa yang aksinya penuh dengan bahaya, Satria yang sebelumnya adalah anak manja mengandalkan kemampuan bela diri, strategi tempur dan kerja tim.
Satria Barani Noer-Ludwig menjadi tertempa fisik dan pribadinya ketika diculik dan dilatih paksa oleh kelompok teroris di perairan antara Indonesia-Filipina. Selain itu kehidupan berat di dalam rimba setelah melarikan diri dari kelompok itu membentuk motivasinya. Kesemuanya itu merubah karakternya menjadi pribadi yang tidak puas dengan kejahatan yang merajalela di sekitarnya pada saat kembali ke rumahnya.
​
Pribadi yang diambilnya dari legenda Lelawa yang hidup dalam masyarakat suku terasing di pulau di utara perairan Indonesia itu menjadi identitasnya kini.
​
Sebagai Lelawa, Satria menggunakan semua sumber daya yang dimilikinya di perusahaannya yang bernama Noer-Ludwig. Perusahaan ini mengembangkan teknologi telekomunikasi, robotik, persenjataan dan berbagai teknologi tinggi lainnya.
​
Gedung dan Lab Noer-Ludwig Enterprise dijadikan pusat koordinasi dan analisa kelompok adiwira (superhero) yang dinamai Pasopati.
​
Lelawa mempunyai pusat kendali yang disebut Lelawa Center yang diawaki oleh Bayu dan Slamet.